IZIN GANGGUAN (HO)

Izin Gangguan (HO)

Sumber: BPTSP Kabupaten Muaro Jambi

(Keputusan Bupati Muaro Jambi Nomor 562 / Kep.Bup /BPTSP/ 2013Tanggal 31 Desember 2013 Tentang Prosedur Tetap/Standard Operating Procedure (SOP) Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu)

Jenis Izin IZIN GANGGUAN (HO)
Masa Berlaku Izin 3 Tahun. Setiap Satu (1) Tahun sekali didaftar ulang (Legalisir),Biaya 10 % dari Retribusi awal, Perpanjang biaya 50 % dari Retribusi awal
Pemberi Pertimbangan Tim Teknis
Dasar Hukum Perda No 11 Tahun 2012 tentang Retribusi Perizinan Tertentu
Maksud dan Tujuan
  1. Izin yang diberikan bagi tempat usaha/kegiatan kepada orang atau pribadi atau Badan yang dapat menimbulkan ancaman bahaya, kerugian dan atau gangguan dan tercemarnya lingkungan.
  2. Penggolongan Perusahaan yang wajib memiliki izin undang-undang Gangguan terdiri dari perusahaan-perusahaan yang menimbulkan gangguan bagi kawasan atau daerah sekitarnya.
  3. Penggolongan Jenis Usaha, Perusahaan dan Industri:
Klasifikasi/Sasaran A. Usaha, Perusahaan dan Industri yang termasuk memiliki Intensitas Dampak atau Gangguan Besar.

  1. Industri Perakitan Kendaraan Bermotor.
  2. Industri Tekstil (Pemintalan, Pertenunan, Penggelentangan, Pencelupan, Pencetakan dan penyempurnaan).
  3. Industri Farmasi.
  4. Industri Kimia.
  5. Industri Penyamakan/pengawetan Kulit.
  6. Industri Kertas/Pulp.
  7. Industri Batu Baterai Kering.
  8. Industri Logam Elektro Planting/Pencelupan Logam.
  9. Industri Separator Accu.
  10. Industri Karoseri.
  11. Industri Keramik/Genteng/ Porselin.
  12. Industri Besi Baja.
  13. Industri Minyak goring.
  14. Industri Margarine.
  15. Industri Pupuk.
  16. Industri Plastik.
  17. Industri Peralatan Rumah Tangga.
  18. Industri Tepung Beras.
  19. Industri Tepung Tapioka.
  20. Industri Tepung Ubi Jalar.
  21. Industri Tepung Ikan.
  22. Industri Tepung Terigu.
  23. Industri Kayu Lapis.
  24. Industri Garment dengan Pencuci.
  25. Industri Gula Pasir.
  26. Industri Pemberantasan Hama.
  27. Industri Cat, Pernis, dan Lak.
  28. Industri Sabun dan Tambal gigi.
  29. Industri Kosmetik.
  30. Industri Perekat.
  31. Industri Barang Peledak.
  32. Industri Korek Api.
  33. Industri Pembersih/Penyulung Minyak Bumi.
  34. Industri Kaca Lembaran.
  35. Industri Pengecoran.
  36. Industri Pengolahan Aspal.
  37. Industri Logam.
  38. Industri Paku,engsel dan sejenisnya.
  39. Industri suku Cadang.
  40. Industri Mesin Tekstil, Mesin Percetakan.
  41. Industri Vulkanisir Ban.
  42. Industri Panel atau Listrik.
  43. Industri Kapal/Perahu.
  44. Industri Kendaraan Roda Dua atau Lebih.
  45. Industri Komponen dan Perlengkapan Kendaraan Bermotor.
  46. Industri Sepeda.
  47. Industri Pengalengan/Pembekuan.
  48. Industri Pencelupan.
  49. Industri Batik Cap.
  50. Industri Pengaspalan Karet, Crumb Rubber.
  51. Industri Peti Kemas.
  52. Industri Teh/Kopi.
  53. Industri Tahu.
  54. Industri Ban.
  55. Industri eternity.
  56. Industri Penggilingan Padi/Penyosokan Beras.
  57. Industri Kerajinan Kayu dan Rotan.
  58. Bengkel Kendaraan Bermotor.
  59. Rumah Potong Hewan/Penampungan Hewan.
  60. Pabrik Soun/Mihun/Mie/Markoni/Spageti.
  61. Pool Kendaraan Terbuka dan Tertutup.
  62. Restauran dan sejenisnya.
  63. Peternakan ayam Ras/Sapi.
  64. Depot Minyak.
  65. Hotel Berbintang.
  66. Toko Emas.
  67. Work Shop/Bengkel Kendaraan Berat.
  68. Rumah Sakit Swasta.
  69. Eksplorasi dan Eksploitasi Migas dan Pertambangan.
  70. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
  71. Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).
  72. Pabrik Makanan dan Minuman dan sejenisnya.
  73. Penumpukan/Penimbunan Batu Bara (Stockfile).
  74. Pabrik Pengolahan Buah Kelapa Sawit (PKS).
  75. Penimbunan CPO (Bulking Station).
  76. Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah Bahan Berbahaya dan beracun (B3).
  77. Sawmil,Penggergajian/Penyuguan kayu, Ply Wood, bengkel bubut, galangan kapal.
  78. Penambangan batu bara/briket batu bara.
  79. Industri Pengolahan Karet.
  80. Menara Pemancar Siaran TV/radio atau Satelit dan Telekomunikasi.
  81. Usaha kuari/usaha pemecahan batu.
  82. PT, CV, klasifikasi B dan M.
  83. Agen Minyak Tanah/Pangkalan Minyak Tanah.
  84. Pembudidayaan Burung wallet.
  85. Penampungan/gudang hasil bumi dan hasil perkebunan,hasil hutan.
  86. Budidaya Air Payau.
  87. Depot kayu/Panglong Kayu.
  88. RMU/huller padi.
  89. Vulkanisir.
  90. Pencucian Mobil/Motor.

B. Usaha, Perusahan dan Industri yang termasuk memiliki Intensitas Dampak atau Gangguan Sedang

  1. Show Room, toko onderdil kendaraan bermotor.
  2. Bengkel Mobil/karoseri, motor sepeda dan sejenisnya.
  3. Klinik, apotek, praktek dokter dan toko obat.
  4. Hotel, wisma, penginapan, restoran, café, losmen, dan tempat hiburan bioskop, bilyar, rental vcd, playstation, counter.
  5. Agen minuman dan makanan.
  6. Penjualan saprodi.
  7. Pembuatan/penjualan meuble.
  8. Dagang elektronik.
  9. Penjualan emas, perak dan pertukangan besi.
  10. Perusahan Asing, BUMD, dan BUMN, Perbankan pemerintah/swasta.
  11. Badan Hukum (CV.Klasifikasi K1,K2,K3/Firma,Koperasi).
  12. Percetakan, Biro Reklame.
  13. Studio Foto dan dagang perlengkapannya.
  14. Jahit Pakaian, taylor, konveksi, laundry.
  15. Penjualan Karcis, Loket kendaraan Umum, travel.
  16. Barber shop, salon dan sanggar kecantikan, sanggar kesenian.
  17. Dagang elektronik second, penjualan barang-barang second.
  18. Batu bata, genteng pemahatan batu, saniter.
  19. Pembatikan, Bangsal Kapuk.
  20. Pengolahan Tahu Tempe.
  21. Penampungan Barang Bekas.
  22. Penyulingan Minyak atsiri.
  23. Penampungan batu hias.
  24. Budi daya air tawar.
  25. Pedagang grosir.
  26. Usaha perikanan.
  27. Pabrik Sepatu.
  28. Pabrik Minyak jarak.
  29. Pabrik minyak kayu putih.
  30. Percetakan.
  31. Indusri Bumbu Masak.
  32. Industri Pengolahan dan pengawetan.
  33. Industri Pengolahan Buah-buahan.
  34. Industri Pengupasan dan pembersihan kopi, kacang-kacangan/Umbi-umbian.
  35. Industri Roti, Kue dan sejenisnya.
  36. Industri Gula merah.
  37. Industri Bubuk Coklat.
  38. Industri Pemintalan Benang.
  39. Industri Pertenunan.
  40. Industri Pengelantangan.
  41. Industri Pencetakan dan penyempurnaan tekstil.
  42. Industri Batik Printing.
  43. Industri Karung goni, karung plastik dan sejenisnya penggergajian kayu.
  44. Industri Makanan ternak.
  45. Industri Penggergajian kayu.
  46. Industri Penyuguan dan pengeringan kayu.
  47. Industri Jamu.
  48. Industri Barang Gelas.
  49. Industri Alat pertanian dan pertukangan.
  50. Industri Alat dapur dan alumunium.
  51. Industri Lampu dan perlengkapannya.
  52. Industri Alat Foto grafi.
  53. Industri Susu.
  54. Sumur Arthesis (Sumur Bor).
  55. Muller,Penggosokkan Beras dan Penggilingan Padi unit kecil.
  56. Perusahaan Barang goring.
  57. Supermarket/Swalayan.
  58. Rumah makan/Lesehan.
  59. Bangsal kayu.
  60. Gudang.
  61. Biliard.
  62. Perdagangan Besi Tua/Barang Bekas.
  63. Molding.
  64. Toko Oli/Pelumas.
  65. Photo studio dan Cuci Cetak Film.
  66. Panti Pijat/Mandi Sauna.

C. Usaha, Perusahaan dan Industri yang termasuk memiliki Intesitas Dampak atau Gangguan Kecil

  1. Dagang Kelontongan, Manisan.
  2. Dagang Pakaian Jadi, Tekstil, Mainan Anak atau Sejenisnya.
  3. Dagang Buku dan Perlengkapannya.
  4. Dagang Makan dan Minumannya.
  5. Tampal Ban.
  6. Pengrajin Sapu Ijuk dan sejenisnya.
  7. Pabrik Bata Merah/Batako.
  8. Pabrik Es Batu.
  9. Pabrik Garam.
  10. Ruang Tempat Penyimpanan Barang yang menyatu dengan tempat Usaha.
  11. Perusahaan Pencucian Kendaraan.
  12. Perusahaan Stroom Accu.
  13. Konveksi.
  14. Industri Kerajinan Rumah Tangga.
  15. Industri Sirop.
  16. Industri Perajutan.
  17. Industri Permadani.
  18. Industri Kapuk.
  19. Industri Garment Tanpa Pencucian.
  20. Industri Kecap dan Tauco.
  21. Industri Kerupuk.
  22. Industri Petis.
  23. Industri Minuman.
  24. Industri Pengeringan,Pengolahan Tembakau.
  25. Industri Alat Musik.
  26. Industri Mainan Anak-anak.
  27. Industri alat Tulis dan Gambar.
  28. Industri Permata/ Barang Perhiasan.
  29. Industri Jamu.
  30. Catering.
  31. Salon/Luluran.
  32. Bioskop.
  33. Tempat Rekreasi.
  34. Rumah Bersalin/Praktek Dokter.
  35. Klinik Kesehatan.
  36. Kolam Renang.
  37. Perusahaan Meubelair.
  38. Perusahaan Batik.
  39. Pabrik Tempe, Oncom.
  40. Gedung Olah Raga yang di komersilkan.
  41. Wc yang di Komersilkan.
  42. Toko Onderdil Kendaraan Bermotor.
  43. Toko Bahan Bangunan.
  44. Perusahaan angkutan orang/Barang.
  45. Foto copy.
  46. Tambal Ban/Bengkel Sepeda.
  47. Toko Meubelair/Perabot Rumah Tangga.
  48. Tambak Udang.
  49. Usaha Perbankan.
  50. Budi daya ikan.
  51. Optik.
  52. Toko Kelontong/Toko Manisan.
  53. Mini Market.
  54. Tempat Kursus Keterampilan.
  55. Pertanian terpadu.
  56. Pertanian Taman Hias.
  57. Kolam Ikan air Deras.
  58. Rental Kendaran Bermotor.
  59. Video/Ved/Play Station.
  60. Kios-kios.
  61. Kantor di bidang Kontrakan, Instalator, Lsm, Koperasi.
  62. Pusat Kebugaran.
  63. Biro Perjalanan.
  64. Barber Shop.
  65. Kolam Pemancingan.
  66. Toko Elektronik.
  67. Toko Aksesoris Kendaraan.
  68. Agen Toko/Surat Kabar.
  69. Toko Pakaian/Sepatu/Kosmetik.
  70. Toko Kain Tekstil.
  71. Toko Alat-alat Olah Raga.
  72. Toko Buku.
  73. Wartel/Warnet milik Swasta.
  74. Penjahit.
  75. Toko Obat.
  76. Toko Buah-Buahan.
  77. Toko Kendaraan Bermotor.
  78. Toko Bahan Bangunan.
  79. Usaha Penumpukan Pasir.
  80. Usaha Pengecetan Kendaran.
  81. Usaha Pembuatan Konsen, Jendela dan Sejenisnya.
  82. Toko Jual Ban.
  83. Usaha Sporing,Blanshing Kendaraan.
  84. Istana Anak-anak.
  85. Station Radio/Tv Milik Swasta.
  86. Klinik Bersalin.
  87. Show Room Mobil/Motor.
  88. Tempat Pengisian Ulang Air Minum.
  89. Depot Bunga/Tanaman Hias.
  90. Akupuntur/Shinse.
  91. BUMN/BUMD.
  92. Kantor Pegadaian.
  93. Toko Keramik.
  94. Counter HP/Aksesoris
Prosedur
  1. Pemohon mengajukan permohonan ke Front office dan jika lengkap diberi tanda terima.
  2. Dari front office diteruskan ke Bidang Pelayanan untuk diagendakan.
  3. Dari Bidang Pelayanan diteruskan kepada Bidang Pengelolaan untuk diverifikasi dan Peninjauan kelapangan bersama Tim Teknis (jika ada).
  4. Setelah Peninjauan Lapangan dinyatakan layak, Izin Gangguan (HO) dapat langsung diproses, dan apabila tidak layak dapat diberikan penolakan izin dan harus disertai dengan alasan penolakan.
  5. Setelah diproses, draf izin diperiksa dan diparaf oleh kabid pengelolaan dan diteruskan ke Kabag Tata Usaha.
  6. Setelah diparaf Kabag Tata Usaha diteruskan ke Kepala Badan untuk ditandatangani.
  7. Setelah izin ditandatangani kemudian diagendakan oleh Bidang Pengelolaan dan diserahkan ke loket pembayaran dan loket pengambilan izin.
  8. Pemohon mengambil izin dengan menyerahkan Surat Keterangan Retribusi Daerah dan selanjutnya Surat Izin diterima oleh Pemohon.
Persyaratan
  1. Permohonan tertulis kepada Kepala BPTSP dengan dibubuhi materai Rp.6000.
  2. Fc. KTP.
  3. Fc. NPWP.
  4. Fc. Sertifikat Tanah/SKT.
  5. Surat Pernyataan tidak berkeberatan dari tetangga atau masyarakat yang berdekatan sesuai dengan peruntukan dan dampak yang timbul, diketahui oleh Kepala Desa/Lurah setempat.
  6. Fc. IMB.
  7. Fc. Akta Pendirian Usaha (Bagi yang bersatus Badan Hukum).
  8. Foto Copy KTP
  9. Blanko Izin Asli

10.Pas Photo warna ukuran 3×4 cm sebanyak 1 (tiga) lembar

11.Foto Copy Akte Notaris Bagi Perusahaan yang berbadan hukum.

Standar Biaya
  1. Tingkat Penggunaan Jasa Retribusi Izin Gangguan diukur berdasarkan Perkalian antara Tarif dengan Luas ruang Tempat Usaha atau luas Areal Tempat Usaha, Indeks Lokasi dan Indeks gangguan.
  2. Tingkat Penggunaan Jasa Retribusi Izin Gangguan pada usaha galian C diukur berdasarkan luas areal tempat usaha.
  3. Luas tempat usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah luas bangunan yang dihitung sebagai luas setiap lantai.
  4. Indeks lokasi/indeks gangguan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut:
    1. Kawasan Perdagangan indeks……………………..3;
    2. Kawasan Pariwisata Indeks…………………………2; dan
    3. Kawasan Perumahan dan Pemukiman Indeks…….1.
    4. Indeks Gangguan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah ;
      1. Gangguan Besar Indeks……………………………..5;
      2. Gangguan Sedang Indeks……………………………3; dan
      3. Gangguan Kecil Indeks………………………………. 2.
      4. Tarif digolongkan berdasarkan luas Ruang tempat Usaha,luas areal Usaha dan Klasifikasi perusahan
      5. Besarnya tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut:

      a. Luas Ruang Tempat Usaha

No

Luas Lokasi

Tarif/M

1 Luas 0 s/d 100 m2 Rp. 1000,-
2 Luas 101 s/d 500 m2 Rp. 750,-
3 Luas 501 s/d 2000 m2 Rp. 500,-
4 Luas lebih dari 2000 m2 RP. 450,-

b. Luas Areal Usaha

No

Luas Lokasi

Tarif/Ha

1 Luas 0 s/d 0,5 Ha Rp 2.000.000
2 Luas 0,5 s/d 3 Ha Rp. 5.000.000
3 Luas 3 s/d 5 Ha Rp. 7.000.000
4 Luas Lebih dari 5 Ha Rp. 10.000.000

Waktu 14 Hari Kerja